Langsung ke konten utama

DEMOKRASI YANG DIBATASI


Indonesia mempunyai sebuah ideologi yang berbeda dari bangsa-bangsa atau negara-negara lain, para pendiri bangsa ini memikirkan dari seluruh aspek yang ada di negeri kita ini dan akhirnya tercetus lah Pancasila. Dengan ideologi Pancasila dan memakai sistem demokrasi, sudah seharusnya kekuasaan terkuat dipegang oleh rakyat. Sistem demokrasi sering kita dengar sebagai sistem yang “dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”.

Mungkin sudah menjadi rahasia umum pada jaman orde baru, demokrasi di negara ini di bungkam. Pada jaman ini militer mempunyai dua tugas, yang pertama menjaga keamanan dan ketertiban negara dan kedua memegang kekuasaan dan mengatur negara. Dwifungsi sekaligus digunakan untuk membenarkan militer dalam meningkatkan pengaruhnya di pemerintahan Indonesia, termasuk kursi di parlemen hanya untuk militer, dan berada di posisi teratas dalam pelayanan publik nasional secara permanen. Melalui dwifungsi dan "Orde Baru" sebagai kendaraan politik, tentara bisa masuk dalam semua jaring lapisan masyarakat Indonesia, dengan cara ini yang mencapai puncaknya pada 1990-an, namun masih tetap kuat setelahnya. Para perwira militer selama kepresidenan Soeharto memegang posisi kunci dalam semua tingkat pemerintahan di Indonesia, termasuk wali kota, pemerintah provinsi, duta besar, perusahaan milik negara, peradilan, dan kabinet Soeharto. Dimana jika ada pemikiran yang berbeda dengan penguasa, maka ia langsung dihadapkan dengan militer.

Nampaknya hal ini terulang kembali pada pemerintahan yang sekarang sedang memegang kekuasaan. Kita bisa melihat melalui fakta-fakta yang ada, sebagai contoh mengkriminalisasi ulama yang tidak puas dengan hasil pemerintah sekarang ini. Habieb Rizieq Shihab yang begitu vokal mengutarakan ketidak puasan dengan kinerja pemerintah saat ini dilaporkan ke pihak yang berwajib dengan aduan kasus chat yang diada-adakan. Belum lagi laporan dari ibu Soekmawati Soekarnoputri yang mengatakan bahwa Rizieq Shihab melakukan penodaan terhadap Pancasila. Rizieq Shihab mengatakan “Pancasila soekarno ketuhanan ada dipantat”, hal ini yang dijadikan aduan oleh Soekmawati terhadap Rizieq Shihab. Padahal kalau kita kaji lebih dalam, pernyataan ini tidak sepenuhnya salah dan mungkin ditafsirkan dengan salah oleh ibu Soekmawati karena pada awal perumusan Pancasila, Soekarno menempatkan sila ketuhanan di sila nomor lima atau sila terakhir. Pada saat itu ide Bung karno tidak diterima di dalam forum dan terjadi revisi yang akhirnya disetujui semua anggota forum lalu menjadi Pancasila yang kita kenal sampai sekarang ini. Ketuhanan ditempatkan pada sila pertama, yang berarti seluruh penduduk negara kesatuan republik Indonesia harus menghormati satu sama lain atas agama nya masing-masing. Salah satu Sukarnois yang bernama Permadi, memberikan pendapat bahwa “ Habib Rizieq merupakan doktor dengan disertasi tentang Pancasila, dan tidak ada  orang yang bisa menjelaskan Pancasila sebaik Habib Rizieq” .

Belum lagi belum lama ini terjadi pembubaran acara massa yang kita kenal mendukung gerakan 2019 ganti presiden. Para pembicara di acara tersebut mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan oleh massa yang pro terhadap rezim ini. Polisi pun melarang acara tersebut dan melarang massa memakai atribut 2019 ganti presiden. Padahal seperti kita ketahui,  UUD 1945 pasal 28E ayat (3) yang menyatakan, “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”. Kemerdekaan mengemukakan pendapat merupakan sebagian dari hak asasi manusia. Menurut pandangan saya seharusnya pihak kepolisian fokus untuk mengamankan acara tersebut dan bukan malah membubarkannya. Hal lain yang membuat massa 2019 ganti presiden merasa terintimidasi adalah pihak kepolisian memberi izin kepada massa yang pro kepada pemerintahan  untuk menggelar acara yang serupa. Ini membuat massa yang kontra pemerintah merasa bahwa para aparat penegak hukum tidak netral dalam bertugas.

Banyak yang menuding bahwa gerakan 2019 ganti presiden adalah bentuk kampanye salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden. Padahal kalau kita teinjau dan kita teliti, gerakan ini sudah ada jauh sebelum KPU menetapkan calon presiden dan calon wakil presiden, serta tidak dicetuskan dalam gerakan dan tagar yang beredar di media sosial siapa yang harus menduduki kursi presiden di tahun 2019 berikutnya. Sementara itu Komisioner Badan Pengawas Pemilu Fritz Edward Siregar mengatakan tidak ada pelanggaran kampanye terkait dengan aksi 2019 ganti presiden. "Ini bagian dari kebebasan berbicara," kata Fritz di Jakarta, Senin (27/8) menanggapi aksi 2019 ganti presiden.

Namun bagaimana pun juga kita semua merupakan saudara satu bangsa dan satu negara. Kita harus meredakan tensi perbedaan pendapat di dalam tahun politik ini, jangan sampai kita terpecah belah. Tahun 2019 adalah puncak dari ketegangan yang ada sekarang ini karena perbedaan pandangan politik, tetapi kita tidak boleh memaksakan seseorang untuk meyakini apa yang kita yakini untuk menyambut gelaran pesta demokrasi rakyat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemilihan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Periode 2019 - 2023

SEMARANG - Masa jabatan Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) di Universitas Diponegoro 2014 – 2018 akan berakhir. Senat Fakuktas pun telah membuat serangkaian proses dalam memilih bakal calon Dekan FISIP. Ada 3 calon kandidat Dekan FISIP yaitu, DR. Sunarto dari jurusan Ilmu Komunikasi, DR. Yuwanto dari jurusan Pemerintahan, dan terakhir adalah DR. Hadi Warsoni dari jurusan Administrasi Publik. Penjaringan pemilihan calon Dekan di FISIP ini dilakukan oleh para Senat Fakultas dan ibu DR. Sri Sumitri M.SI. Hasil wawancara dari bapak Mohammad Soleh dari UPA (Unit Pelayanan Aset) bahwa kriteria Dekan yang akan dipilih adalah yang bisa membuat FISIP menjadi lebih baik dari segi pelayanan dan karyawan serta kenyamanan para mahasiswa saat belajar di Fakultas. Disamping itu bakal calon Dekan FISIP harus mempunyai gelar Doktor, serta bergolongan PNS. Penjaringan bakal calon Dekan dimulai dari tanggal 23 Juli 2018. Calon Dekan akan ditetapkan serta diumumkan pada tanggal 1 Ag...

SHOOTING#4 CHANNEL UNDIP

SEMARANG   - Organisasi pers mahasiswa Undip atau yang biasa disebut Channel kembali menggelar acara Shooting, acara ini merupakan acara tahunan yang rutin diselenggarakan dalam 4 tahun terakhir. Tema acara pada kali ini adalah "How to Get Profit with Creative Content". Acara ini diselenggarakan di gedung FIB Undip pada hari Sabtu, 22 September 2018. Pada kali ini pembicara yang didatangkan adalah Andovi Da Lopez yang merupakan youtuber atau content creator dengan nama akun skinnyindonesia24, serta shafira Umm yang merupakan presenter dari net tv. Acara ini berlangsung dari jam 8 pagi sampai jam 3 sore. Meski rangkaian acara hampir sama dengan acara shooting yang sebelumnya, tetapi tema yang diangkat selalu berbeda-beda. “Sebelumnya shooting ketiga pernah diadain, temanya tentang travel dan guestnya adalah Putra Nababan sama salah satu traveler. Kalo sekarang kita angkat tentang Konten Creator dan guestnya Andovi dan Shafira Umm. Yang membedakan dari acara sebelumnya ad...